Jadi yang penting ialah: si seniman dengan caranya menyatakan harus memastikan tentang tenaga perasaan-perasaannya.

~ Chairil Anwar, dalam “Membuat Sajak, Melihat Lukisan”, dimuat dalam Internasional, No. 8, Juni 1949; Berita, 27 Juni 1949. Dimuat kembali dalam “Chairil Anwar Pepolor Angkatan 45” (Gunung Agung, 1956).

Topics:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *